Pejabat Ini Sumbang Gaji Setahun untuk Penanganan Corona

Terkini.id, Kebumen – Makin banyak pihak yang menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu penanganan wabah corona covid-19.

Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugianto, sumbangkan seluruh gajinya untuk penanganan penyebaran virus corona atau COVID-19. Dia juga menyumbangkan ratusan rapid test yang akan diutamakan kegunaannya untuk petugas medis serta masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Arif Sugianto saat menyerahkan sekitar 400 bantuan alat rapid test kepada Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Dwi Budi Satrio hari ini. Arif juga akan menyumbangkan seluruh gajinya selama satu tahun penuh untuk kepentingan penanganan corona.

“Saya menyumbangkan gaji saya 100 persen selama menjadi wakil bupati selama satu tahun. Hari ini saya menyerahkan sekitar 400 alat rapid test saya serahkan kepada Dinkes. Saya pesannya 1.000 tapi baru ada 400 dan ini saya pesan menggunakan dana pribadi saya,” kata Arif dikutip dari detikcom, Jumat 3 April 2020.

Arif menjelaskan, sumbangan gajinya tersebut akan diberikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona, Baznas serta akan disalurkan secara langsung kepada masyarakat berupa paket sembako. Rapid test diharapkan bisa digunakan sebaik-baiknya untuk petugas medis dan masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga:

“Insyaallah bisa digunakan untuk seluruh petugas pelayan kesehatan dan juga untuk masyarakat yang saat ini menunggu rapid test ini, insyaallah bisa digunakan dengan baik,” lanjutnya.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen, Dwi Budi Satrio menuturkan seseorang yang sudah positif Covid-19 tidak harus ke rumah sakit namun cukup berdiam diri di rumah. Selain itu, social distancing dan karantina perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka positif corona.

“Covid positif pun bisa di rumah karena 65 persen- 80 persen tidak menunjukkan gejala. Jadi kata kuncinya ada dua hal yaitu social distancing dan karantina, jika social distancing ditekan maka hasilnya akan bagus, jika karantina semakin banyak maka semakin cepat penurunan kasus positif corona, ini juga untuk menghemat biaya perawatan agar tidak terlalu tinggi,” ucapnya.

Hingga hari ini, di Kebumen sendiri terdapat 1.634 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 47 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sedangkan pasien yang dinyatakan positif Corona sebanyak 2 orang dan satu di antaranya telah meninggal dunia.

Komentar

Direkomendasikan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar